Kategori: Masjid

Masjid di Salatiga Jawa Tengah

Masjid di Salatiga Jawa Tengah

Masjid di Salatiga Jawa Tengah

Di hari Jumat yang sangat cerah, kami mencoba mengelilingi Kota Salatiga Jawa Tengah untuk mendapatkan udara yang sangat segar. Karena pada waktu itu masih dalam masa libur sekolah jadi jalanan tampak masih lengang sehingga kita bisa senang hati menggunakan jalanan raya untuk sekedar merebahkan badan agar tidak pusing didunia pekerjaan mengajar. Perjalanan ini memang kami khususkan untuk mencari barang-barang yang menyegarkan saja tidak ada yang lain. Tiba-tiba terdengar lagi yang paling favorit bagiku, lagunya Maher Zain dengan judulnya InsyaAllah. Setelah didengarkan lagi ternyata music itu diputar oleh salah satu Masjid di sekitar perjalanan kami.

Musiknya yang enak didengar liriknya yang memotivasi membuat mulut ini ikut bernyanyi dibuatnya. Karena dalam satu lagunya saat berduet dengan musisi dari Indonesia Fadly dia ada kalimat yang sangat memotivasi dan memberikan penceraha dalam kehidupan setiap hari. Kalau tidak salah begini bunyinya InsyaAllah ada jalan. Jadi kata-kata itu selalu memotivasi aku ketika dalam kepenatan sangat dalam menjalani kehidupan, sehingga membuat saya selalu yakin akan adanya Tuhan SWT. Bahwa kesedihan itu tidak boleh berlarut-larut karena selalu ada Allah pasti itu. Sehingga seberat apapun menjalani kehidupan pasti aka nada jalannya. Inspirasi pasti akan keluar ketika ada keyakinan aka nada sesuatu aka nada jalan pasti itu, sehingga dari lagu itu membuat maindsed kita selalu positif. Dari maindset yang positif itu akan muncul ide-ide kreatif yangmana tanpa kita sangka-sangka sebelumnya. Selalu ada jalan.

Music it uterus menemani perjalanan kami, dan akhirnya mobil merah kami parkirkan di depan Masjid yang memutarkan lagu itu. Ternyata, ornament Masjid itu juga sangat keren, udara yang masih sejuk membuat kita nyaman berada di Masjid itu. Kemudian kami sempatkan mengambil air wudlu untuk setidaknya menjalani salat 3 salam salat dhuha, kata ustadku dulu salat dhuha yang teratur konsisten tanpa terputus insyaAlloh apa yang kita inginkan akan terwujud. Kata-kata yang terlontar dari ustadku itu masih terngiang didalam otak ini padahal itu sudah terjadi lebih dari 10 tahun yang lalu. Dan saat ini saying rasanya meninggalkan salat dhuha walaupun dengan sesibuk apapun itu.

Setelah menjalani salat dhuha kami masih duduk-duduk didepan serambi Masjid, karena hari Jumat maka kami putuskan sekalian salat Jumat di Masjid itu. Karena waktu juga sudah menunjukan pukul 10.-25 Wib, sehingga nanggung kalau harus pergi lagi, maka mending kita ngobrol di Masjid itu sambil mendengarkan music-musik inspiratif dari Maher Zain itu. Sangat tenang dan menenangkan didalam hati. Tidak berselang lama Jemaah salat Jumat berdatangan dan kami ikut berkumpul sambil mendengarkan khutbah Jumat. Setelah salat jumat kita harus pergi lagi ke rumah teman yang memang sudah kita janjikan tadi sambil menunggu salat jumat tadi.

Masjid di Kabupaten Pacitan Jawa Timur

Masjid di Kabupaten Pacitan Jawa Timur

Masjid di Kabupaten Pacitan Jawa Timur

Libur sekolah yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melaksanakan apa yang akan dikirim ke Kabupaten Pacitan yang memiliki banyak tempat wisata yang memang pas untuk acara wisata keluarga. Terutama wisata pantainya yang memang mendukung dimana Kabupaten Pacitan ini adalah terletak di daratan paling selatan dan paling barat dari Provinsi Jawa Timur. Sehingga, tampak banyak sekali tempat wisata berupa pantai yang harus dikunjungi. Perjalanan kami pun diiringi dengan jalan yang berkelok dan melihat banyaknya Masjid disepanjang jalan yang berkelok. Kabupaten Pacitan juga sebagian besar wilayahnya merupakan pegunungan kapur karena rangkaian dari Pegunungan Kidul, sehingga tanahnya kurang cocok untuk pertanian. Tujuan kami nantinya akan ke wisata pantai Srau yang ada di Pacitan, pantai ini berada di Desa Cndi, Kecamatan Pringkuku jalannya sangat jauh dari perkotaan Pacitan, ada sekitar 25 kilo meter jauhnya dari kota Pacitan. Kenapa ini menjadi tujuan kami pertama karena hanya datang kesini saja sudah mendapatkan tiga pantai yang memiliki khasnya masing – masing. Sebelum kesana kita harus siapkan energy yang banyak dengan berada di Masjid dulu untuk istirahat sejenak.

Ada Joni, Riyo, dan Guntur teman aku perjalanan ke Pacitan, dengan menggunakan motor skuter vespa ini adalah komunitas kita untuk setiap kali touring ke tempat – tempat daerah lain. Karenanya kita selalu bersatu untuk mendapatkan daerah yang bisa kita kunjungi nantinya. Dari Masjid itu kita sudah sediakan semua energy tentu saja perut dikenyangkan dulu dan bensin yang harus juga di isi. Rencana kami adalah banyak tempat dan kita akan bermalang di tempat – tempat itu, seperti tentu saja yang tidak boleh ketinggalan adalah wisata paling populer di Pacitan mana saja kalau bukan Pantai Klayar. Tempatnya justru lebih jauh lagi dari perkotaan, yang mencapai 45 kilo meter yang harus kita tempuh, perjalanan panjang inilah yang harus kita tempuh bersama, makanaya Masjid itu kita juga berdoa akan keselatan kita melihgat kondisi cuaca dan perjalanan yang nantinya akan kita tempuh cukup panjang.

Tapi semuanya akan terpuaskan lelah akan hilang jika kita sudah sampai di tempat tujuan kita natinya karena di Pantai Klayar itu ada laut yang berupa batu karang besar yang memiliki celah. Jadi kalau kita berdiri di atasnya akan sangat indah bisa menikmatinya dengan jangan lupa mengabadikannya dengan foto foto yang ada. Karena setiap kali ombang besar datang akan masuk ke dalam kerang yang di dalamnya memiliki celah ini., dari karang itu juga emancarkan air ke atas dan menimbulkan bunyi siulan. Karena itulah kita bersama sangat semangat ingin sekali segera sampai di pantai pantai yang kita tuju.