Kategori: Berita

Berita Kediri Pencuri Terekam CCTV

Berita Kediri

Berita Kediri Pencuri Terekam CCTV. Toko Adi Jaya Gerabah berlokasi di jalan raya  Penataran Kecamatan Nglegok pada Minggu (26/7) sekitar pukul 22.00 WIB disatroni maling. Pencuri berhasil menggasak beberapa dagangan dari dalam toko. Akibat peristiwa tersebut, pemilik took Berita Kediri mengalami kerugian hingga ratusan ribu rupiah. Kasus kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan masih dalam penyelidikan.

 

Marsis (45) warga Desa Jiwut RT 2 RW 7 Kecamatan Nglegok, baru mengetahui jika toko miliknya telah dijarah maling Berita Kediri pada Senin (27/7). Saat membuka toko, Marsis melihat beberapa barang dangangan di dalam tokonya berupa Magicom,Tremos, Blender dan sendok sudah tidak ada, dan jendela toko dalam keadaan rusak seperti bekas dicongkel.

Merasa menjadi korban aksi pencurian, Berita Kediri Marsis kemudian memereiksa rekaman CCTV yang terpasang di dalam toko. Dari rekaman tersebut diketahui pelaku berhasil masuk kedalam toko dengan cara mencongkel jendela belakang toko miliknya. Dari rekaman CCTV tersebut diketahui jika aksi pencurian tokonya hanya dilakukan oleh satu orang. Akhirnya dengan membawa barang bukti berupa rekaman CCTV, Marsis melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Nglegok.

Mendapat laporan, petugas segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta  melihat Berita Kediri rekaman CCTV secara langsung. Hasil penyelidikan sementara diketahui pelaku berhasil masuk kedalam toko melalui dinding belakang.

 

Kapolres Blitar Kota AKBP Yosi Runtukahu melalui Kanit Reskrim  IPDA  Liestyo.N.SH menjelaskan diduga pelaku berhasil masuk ke dalam toko melalui dinding belakang. Kapolres juga berjanji akan segera melakukan Berita Kediri penyelidikan untuk mengungkap pelaku pencurian. kemudian Polsek Nglegok langsung mendatangi ke tempat kejadian perkara dan langsung melihat rekaman CCTV.

 

“Rekaman CCTV hasilnya kurang jelas, Berita Kediri sehingga kami akan berkoordinasi dengan rekan-rekan Polres Blitar Kota untuk melakukan pengembangan pencurian yang terekam CCTV di toko Adi Jaya,” ujar Kanit Reskrim. Dalam melakukan aksinya pelaku berusaha masuk untuk mematikan power  kabel CCTV yang ada dibawah meja kasir agar rekam nya mati dan terlihat dalam melakukan aksi pencurian. “Barang-barang yang diambil dari Toko Adi Jaya berupa Magicom,Termos dan total kerugian sekitar Rp.500 – 600 ribu rupiah. Kami akan berusaha bersama rekan-rekan untuk mengungkap dan menangkap pelaku pencurian,” pungkas Ipda liestyo.

 

 

 

 

Kiai Pradah Jadi Ikon Sejarah Kabupaten Blitar

Kiai Pradah Jadi Ikon Sejarah Kabupaten Blitar. Terik matahari yang menyengat tidak menyurutkan niat para pengunjung untuk mendapatkan berkah dari tradisi yang telah berlangsung ratusan tahun ini.

Salah seorang pengunjung mengaku setiap tahun mendatangi prosesi jamasan pusaka kiai pradah ini agar mendapat berkah dan bisa awet muda.

Prosesi siraman diawali dengan dikeluarkannya pusaka kiai pradah dari gedong penyimpanan. Selanjutnya pusaka dibawa mengelilingi alun – alun menuju panggung pencucian.

Bupati blitar herry nugroho mengawali ritual jamasan ini dengan menyiramkan air bunga setaman kemudian diikuti para sesepuh wilayah setempat.

Setelah selesai dicuci bupati memukul pusaka yang berbentuk gong sebanyak tiga kali sebagai tanda pusaka telah dimandikan dan siap disimpan lagi di tempat persemayaman.

Rangkaianacara ini diakhiri dengan kenduri bersama. Seperti halnya sisa air yang digunakan untuk mencuci pusaka para pengunjung juga saling berebut mendapatkan tumpeng.

Bupati blitar herry nugroho mengatakan tradisi siraman pusaka kiai pradah yang diadakan setiap tahun sekali ini diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki dan kecintaan masyarakat terhadap budaya tradisional.

Cerita yang berkembang di masyarakat blitar pusaka kiai pradah adalah senjata pamungkas milik pangeran prabu adik raja kartosuro susuhunan paku bowono pertama yang memerintah pada abad 17.

Pangeran prabu sampai di kampung coklat blitar karena diutus membabat kawasan hutan lodoyo yang masih angker dan dihuni banyak binatang buas.

Sampai di hutan rombongan pangeran prabu tercerai berai untuk menyatukan kembali pangeran prabu memukul gong sebanyak tujuh kali dan anehnya selain para rombongan kumpul kembali juga datang harimau namun tidak menyerang mereka.

Perintah membabat kawasan hutan lodoyo sebenarnya tipu muslihat pakubuwono pertama. Tujuannya agar pangeran prabu dimangsa binatang buas. Selain melalui tipu muslihat rombongan pangeran prabu juga dikejar pasukan kerajaan kartasura.

Karena terdesak pangeran prabu menitipkan pusaka yang dibawa dari kraton kartosuro kepada seorang janda bernama nyi partosuro sambil berpesan agar setiap tanggal 1 syawal dan 12 maulud dimandikan dengan air bunga setaman.

Pesan tersebut hingga kini pesan tersebut tetap dijaga. Bahkan pemerintah kabupaten blitar mulai mengemasnya sebagai paket wisata budaya.